Di tengah deru kencangnya era digital, memiliki kehadiran online melalui sebuah situs web kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak bagi siapa pun—baik bisnis maupun individu—yang ingin dikenal dan eksis. Anggap saja website sebagai etalase digital Anda yang buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu; bisa jadi pusat informasi, galeri karya, atau bahkan toko online yang selalu siap melayani. Namun, pertanyaan klasik yang sering terlintas di benak banyak orang adalah: “Berapa sih sebenarnya biaya untuk membuat sebuah website?”
Pertanyaan ini sangatlah wajar, mengingat rentang harga website di pasaran yang bagaikan bumi dan langit. Ada penawaran yang menjanjikan harga mulai dari ratusan ribu rupiah, tetapi tak sedikit pula yang mematok puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Perbedaan harga yang begitu signifikan ini tentu saja bisa membuat kita geleng-geleng kepala. Nah, artikel ini hadir sebagai kompas Anda, memberikan panduan komprehensif agar Anda bisa memahami secara gamblang faktor-faktor apa saja yang memengaruhi harga website, sehingga Anda mampu membuat keputusan yang paling tepat sesuai kebutuhan dan kantong Anda.
Memahami Faktor Penentu Harga Website
Menentukan harga website itu mirip sekali dengan membangun sebuah rumah; bukan perkara semudah membalik telapak tangan. Ada banyak sekali variabel yang ikut bermain. Bayangkan saja, biaya membangun rumah akan sangat bergantung pada seberapa besar ukurannya, bagaimana desainnya, material apa yang digunakan, hingga siapa kontraktor yang Anda pilih. Begitu pula halnya dengan website.
Kompleksitas Desain dan Fungsionalitas
Ini adalah salah satu faktor dominan yang paling besar menentukan harga website. Website dengan desain minimalis dan fungsionalitas dasar—yang hanya menampilkan informasi statis—tentu akan jauh lebih murah ketimbang website e-commerce yang sudah dilengkapi sistem pembayaran terintegrasi, fitur interaktif, dan panel admin yang kompleks. Semakin banyak fitur kustom yang Anda idamkan, seperti sistem reservasi online yang unik, kalkulator khusus, atau integrasi dengan API pihak ketiga, sudah pasti biayanya akan semakin melonjak.
Sebagai ilustrasi konkret, website portofolio sederhana mungkin hanya membutuhkan beberapa halaman statis dengan galeri gambar. Di sisi lain, sebuah platform media sosial atau website berita dengan fitur komentar, pencarian yang canggih, dan pengelolaan konten dinamis akan menuntut pengembangan yang jauh lebih intensif, dan tentu saja, menguras kocek lebih dalam.
Jumlah Halaman dan Konten
Secara garis besar, semakin banyak halaman yang harus dibangun dan diisi dengan konten, semakin tinggi pula harga website yang harus Anda bayar. Setiap halaman memerlukan sentuhan desain, tata letak yang rapi, dan pengoptimalan konten agar mudah ditemukan oleh mesin pencari. Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk pembuatan atau bahkan sekadar pengeditan konten, biaya ini pun akan turut ditambahkan ke dalam total tagihan.
Website dengan 5-10 halaman dasar (misalnya Tentang Kami, Layanan, Kontak, Galeri) jelas akan lebih ramah di kantong. Namun, jika rencana Anda adalah memiliki ratusan halaman produk, blog dengan artikel rutin, atau database informasi yang masif, proses pengembangan dan pengisian kontennya akan memakan waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar.
Pengalaman dan Reputasi Pengembang
Sama seperti bidang jasa lainnya, kualitas dan pengalaman penyedia jasa memegang peranan krusial dalam menentukan harga website. Seorang freelancer yang baru merintis mungkin menawarkan harga yang lebih rendah demi menggaet klien. Namun, agensi profesional dengan rekam jejak yang terbukti dan tim ahli biasanya akan mematok harga yang lebih tinggi. Mengapa? Karena Anda membayar untuk keahlian, pengalaman bertahun-tahun, jaminan kualitas, dan dukungan purna jual yang tak perlu diragukan.
Memilih pengembang yang tepat sejatinya adalah sebuah investasi jangka panjang. Agensi atau developer berpengalaman tidak hanya piawai dalam membuat website yang sedap dipandang mata, tetapi juga memastikan website tersebut SEO-friendly, aman dari serangan siber, dan memiliki performa yang optimal. Mereka juga acap kali menawarkan layanan konsultasi dan pemeliharaan jangka panjang, memberikan ketenangan pikiran bagi Anda.
Baca Juga: Berapa Biaya Membuat Website? Panduan Lengkap 2026
Jenis-jenis Website dan Implikasinya Terhadap Harga
Jenis website yang Anda inginkan akan secara langsung menentukan kerangka kerja, fitur-fitur yang dibutuhkan, dan pada akhirnya, harga website secara keseluruhan. Mari kita bedah beberapa jenis website yang paling umum.
Website Portofolio/Profil Pribadi
Ini adalah tipe website paling dasar, seringkali hanya terdiri dari segelintir halaman untuk memamerkan karya, layanan, atau informasi kontak. Desainnya cenderung minimalis dan fokus utamanya adalah visual. Alhasil, harga website jenis ini biasanya menjadi yang paling terjangkau di pasaran.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan diri atau memamerkan hasil kerja Anda kepada calon klien atau pemberi kerja. Fitur-fitur yang diperlukan umumnya adalah galeri, formulir kontak sederhana, dan mungkin tautan ke media sosial. Karena fungsionalitasnya yang terbatas, waktu pengembangannya pun relatif singkat.
Website Bisnis Kecil/Company Profile
Website ini dirancang khusus untuk bisnis yang ingin menampilkan informasi perusahaan, layanan yang ditawarkan, produk-produk unggulan, dan cara menghubungi mereka. Mungkin ada beberapa halaman tambahan seperti blog atau halaman “Tentang Kami” yang lebih detail. Harga website jenis ini berada di rentang menengah, tidak terlalu murah, tidak pula terlampau mahal.
Fitur-fitur esensial meliputi formulir kontak yang lebih canggih, integrasi peta lokasi, testimonial dari klien, dan mungkin beberapa halaman produk atau layanan yang lebih rinci. Desainnya lebih profesional dan disesuaikan dengan branding perusahaan. Keamanan dan kecepatan menjadi pertimbangan penting untuk menjaga citra bisnis di mata publik.
Website E-commerce (Toko Online)
Ini bisa dibilang adalah jenis website yang paling kompleks dan paling mahal di antara ketiganya. Website e-commerce memerlukan sistem manajemen produk yang mumpuni, keranjang belanja, integrasi pembayaran, manajemen pesanan, dan akun pengguna. Harga website e-commerce bisa sangat bervariasi, dari belasan hingga ratusan juta, tergantung skala dan segudang fitur yang Anda inginkan.
Contoh fitur tambahan yang seringkali diminta adalah sistem rekomendasi produk yang cerdas, ulasan pelanggan, integrasi logistik pengiriman, hingga pelacakan inventaris secara real-time. Keamanan data transaksi dan informasi pelanggan adalah prioritas utama, sehingga memerlukan sertifikat SSL dan sistem keamanan yang sangat kuat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Website Builder Indonesia: Cara Mudah Buat Website Profesional
Komponen Biaya Utama dalam Pembuatan Website
Selain jenis dan kompleksitasnya, ada beberapa komponen biaya inti yang hampir selalu ada dalam setiap proses pembuatan website. Memahami ini akan membantu Anda menguraikan harga website secara lebih transparan dan jelas.
Biaya Domain
Domain adalah alamat unik website Anda di internet (contoh: www.namaperusahaan.com). Biaya domain biasanya dibayar secara tahunan dan relatif terjangkau, berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per tahun untuk ekstensi umum seperti .com atau .id.
Pemilihan nama domain yang tepat sangat krusial, ibarat nama bagi sebuah merek, baik untuk branding maupun SEO Anda. Pastikan nama domain mudah diingat, relevan dengan bisnis Anda, dan unik agar tidak tertukar dengan yang lain. Beberapa penyedia jasa pembuatan website mungkin menawarkan domain gratis untuk tahun pertama sebagai bagian dari paket mereka, lumayan untuk menghemat biaya awal.
Biaya Hosting
Hosting adalah “rumah” tempat file-file website Anda disimpan agar bisa diakses secara online oleh siapa pun. Biaya hosting juga dibayar secara berkala (bulanan atau tahunan) dan sangat bervariasi, tergantung pada kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan jenis hosting (shared, VPS, dedicated). Harga website akan membengkak jika Anda membutuhkan hosting yang lebih kuat dan berdaya.
Pilihlah paket hosting yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan website Anda. Untuk website skala kecil, shared hosting mungkin sudah cukup memadai. Namun, untuk website e-commerce atau dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi, Anda mungkin memerlukan VPS atau dedicated server demi performa yang optimal. Ingat, kualitas hosting juga sangat memengaruhi kecepatan loading website, yang krusial untuk pengalaman pengguna dan SEO.
Biaya Desain dan Pengembangan
Ini adalah komponen biaya terbesar, bahkan bisa dibilang singa dari semua biaya. Biaya ini mencakup semua pekerjaan yang dilakukan oleh desainer (UI/UX) dan developer (front-end/back-end) untuk menciptakan tampilan yang memukau dan fungsionalitas website Anda. Biaya ini bisa dihitung per proyek, per jam, atau sebagai bagian dari paket layanan.
Proses ini meliputi perancangan tata letak, pemilihan skema warna yang serasi, pembuatan grafis yang menarik, penulisan kode program, integrasi database, hingga tahap pengujian menyeluruh. Semakin unik dan kompleks desain serta fitur yang diminta, semakin tinggi pula biaya yang harus Anda gelontorkan untuk tahap ini.
Baca Juga: Pilih Paket Website Terbaik untuk Bisnis Anda | Panduan Lengkap
Harga Website Berdasarkan Kualitas dan Fitur
Kualitas sebuah website tidak hanya sekadar enak dipandang mata, tetapi juga terlihat dari performa, tingkat keamanan, dan kemudahan pengelolaannya. Faktor-faktor ini secara signifikan memengaruhi harga website.
Website Standar dengan Fitur Dasar
Website jenis ini biasanya dibangun menggunakan template siap pakai atau platform website builder seperti WordPress dengan tema gratis atau berbayar murah. Fiturnya terbatas pada tampilan informasi, formulir kontak, dan galeri sederhana. Oleh karena itu, harga website jenis ini paling ekonomis dan ramah di kantong.
Sangat cocok untuk bisnis kecil yang baru merintis, portofolio pribadi, atau profil perusahaan dengan anggaran terbatas. Meski terjangkau, penting untuk memastikan website tetap responsif (mobile-friendly) dan memiliki navigasi yang jelas agar pengunjung tidak tersesat.
Website Kustom dengan Fitur Menengah
Di kategori ini, website dibangun dengan desain yang lebih personal dan fitur yang lebih spesifik, seperti integrasi media sosial yang lebih mendalam, sistem blog yang canggih, atau fitur interaktif sederhana. Pengembang mungkin akan menggunakan CMS populer dengan penyesuaian yang signifikan agar sesuai dengan keinginan Anda.
Harga website jenis ini berada di tengah-tengah. Investasi yang lebih besar di sini akan membuahkan website yang lebih unik, fungsional, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis Anda. Performa dan keamanan juga biasanya lebih dioptimalkan, memberikan nilai lebih bagi pengguna.
Website Premium dengan Fitur Lanjutan
Ini adalah mahakarya website yang sepenuhnya kustom, dirancang dari nol sesuai identitas merek dan kebutuhan bisnis yang sangat spesifik. Fitur-fitur canggih seperti sistem manajemen inventaris, CRM terintegrasi, personalisasi pengguna, atau aplikasi web progresif (PWA) seringkali menjadi bagian dari paket ini. Harga website premium bisa sangat tinggi, bahkan menembus angka ratusan juta.
Website jenis ini cocok untuk perusahaan besar, startup dengan model bisnis yang unik, atau e-commerce skala besar yang membutuhkan solusi teknologi yang sangat spesifik dan skalabel. Anda akan mendapatkan website dengan performa terbaik, keamanan tingkat tinggi, dan dukungan penuh yang menjamin kelancaran operasional.
Baca Juga: Jasa WordPress Website Profesional | Buat Situs Impian Anda
Perbandingan Harga Website: Freelancer vs. Agensi vs. Website Builder
Pilihan penyedia jasa juga sangat memengaruhi harga website yang akan Anda bayar. Masing-masing opsi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, ibarat dua sisi mata uang.
Menggunakan Website Builder (Wix, Squarespace, WordPress.com)
Ini adalah opsi paling ekonomis dan sangat cocok bagi para pemula. Anda bisa merancang website sendiri dengan sistem drag-and-drop yang intuitif tanpa perlu menguasai coding sama sekali. Biaya yang dikeluarkan biasanya berupa langganan bulanan atau tahunan, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per bulan.
Kelebihan: Sangat mudah digunakan, proses pembuatannya cepat, dan harganya murah meriah. Kekurangan: Kustomisasi terbatas, kontrol penuh berada di tangan platform, dan mungkin ada batasan pada optimasi SEO. Pilihan ini paling pas untuk website sederhana yang tidak membutuhkan fitur-fitur khusus nan rumit.
Menyewa Freelancer
Freelancer adalah pengembang individu yang bekerja secara independen. Harga website dari freelancer seringkali lebih terjangkau dibandingkan agensi, karena biaya operasional mereka yang lebih rendah. Anda bisa mendapatkan desain yang lebih kustom dibandingkan hanya mengandalkan website builder.
Kelebihan: Fleksibel dalam negosiasi, komunikasi bisa langsung, dan potensi harga yang lebih baik. Kekurangan: Ketersediaan waktu terbatas, mungkin tidak memiliki tim lengkap (desainer, developer, SEO specialist), dan dukungan purna jual bisa bervariasi. Penting untuk memilih freelancer dengan rekam jejak yang baik dan terpercaya.
Menggunakan Jasa Agensi Digital
Agensi digital memiliki tim lengkap yang terdiri dari desainer, developer, SEO specialist, project manager, dan berbagai ahli lainnya. Mereka menawarkan solusi komprehensif, mulai dari tahap konsultasi, desain, pengembangan, hingga strategi pemasaran. Oleh karena itu, harga website dari agensi biasanya yang paling tinggi di antara semua pilihan.
Kelebihan: Profesionalisme tinggi, kualitas terjamin, dukungan purna jual yang kuat, dan solusi yang terintegrasi. Kekurangan: Biaya lebih tinggi dan proses mungkin lebih formal. Pilihan ini ideal untuk proyek-proyek besar atau bisnis yang membutuhkan hasil terbaik dan dukungan berkelanjutan tanpa kompromi.
Baca Juga: Jasa Website Murah: Solusi Tepat untuk Bisnis Online Anda
Biaya Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Selain biaya inti pembuatan, ada beberapa biaya “tersembunyi” atau biaya tambahan yang seringkali luput dari perhitungan saat menghitung harga website. Penting sekali untuk memperhitungkan ini agar tidak ada kejutan yang tidak menyenangkan di kemudian hari.
Biaya Pemeliharaan dan Pembaruan
Website layaknya sebuah mesin; ia memerlukan pemeliharaan rutin seperti pembaruan plugin/tema, backup data secara berkala, pemantauan keamanan, dan perbaikan bug. Biaya ini biasanya dibayar bulanan atau tahunan dan sangat vital untuk menjaga website tetap aman, mutakhir, dan berjalan lancar tanpa hambatan.
Mengabaikan pemeliharaan bisa berakibat fatal, menyebabkan masalah keamanan serius, performa website yang merosot tajam, atau bahkan website tidak berfungsi sama sekali. Banyak penyedia jasa menawarkan paket pemeliharaan sebagai bagian dari layanan mereka, yang bisa menjadi investasi yang bijak demi kelangsungan website Anda.
Biaya Konten (Penulisan, Fotografi, Videografi)
Konten berkualitas adalah jantung dan jiwa dari setiap website. Jika Anda belum memiliki konten siap pakai, Anda mungkin perlu mengalokasikan anggaran untuk penulisan artikel (copywriting), fotografi produk yang profesional, atau pembuatan video yang menarik. Konten yang unik dan relevan sangat penting untuk SEO dan daya tarik pengunjung.
Konten yang buruk dapat merusak citra profesionalisme Anda, bahkan jika desain website Anda sudah sangat menawan. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada konten yang menarik dan informatif untuk memaksimalkan dampak website Anda di mata audiens.
Biaya SEO (Search Engine Optimization)
Membuat website saja tidak cukup; website Anda juga harus ditemukan oleh calon pelanggan. SEO adalah proses mengoptimalkan website agar peringkatnya tinggi di hasil pencarian Google, sehingga lebih mudah ditemukan. Ini bisa menjadi biaya tambahan bulanan jika Anda menyewa spesialis SEO profesional.
Investasi pada SEO adalah investasi jangka panjang yang akan membawa lalu lintas organik (pengunjung gratis) ke website Anda secara berkelanjutan. Ini melibatkan riset kata kunci, optimasi on-page, pembangunan tautan (link building), dan analisis performa secara terus-menerus. Tanpa SEO yang baik, website Anda mungkin akan “terkubur” di antara jutaan website lainnya, tak terlihat.
Baca Juga: Blog Untuk Bisnis Online: Strategi Sukses Tingkatkan Penjualan
Cara Menghemat Biaya Pembuatan Website
Meskipun harga website bisa melambung tinggi, ada beberapa strategi cerdik yang bisa Anda terapkan untuk menghemat biaya tanpa harus mengorbankan kualitas secara drastis.
Mulai dengan Fitur Esensial
Jangan terburu-buru meminta semua fitur canggih di awal. Prioritaskan fitur-fitur yang benar-benar esensial dan mendesak untuk tahap awal bisnis Anda. Anda selalu bisa menambahkan fitur lain di kemudian hari seiring pertumbuhan bisnis dan anggaran yang tersedia. Pendekatan ini akan sangat menekan harga website awal Anda.
Misalnya, jika Anda ingin membuka toko online, mulailah dengan beberapa kategori produk utama dan fitur pembayaran dasar. Setelah bisnis Anda berkembang pesat, barulah pertimbangkan fitur seperti ulasan produk yang lebih canggih, personalisasi rekomendasi, atau integrasi dengan sistem loyalitas pelanggan.
Manfaatkan Template atau Tema Siap Pakai
Menggunakan template atau tema yang sudah ada, lalu disesuaikan sedikit, akan jauh lebih murah dibandingkan membangun desain kustom dari nol. Banyak platform CMS populer seperti WordPress menawarkan ribuan tema berkualitas tinggi, baik yang gratis maupun berbayar dengan harga terjangkau.
Pilihlah tema yang responsif (cocok di semua perangkat), memiliki reputasi baik, dan mudah disesuaikan. Meskipun tidak sepenuhnya unik, tema yang bagus dapat memberikan tampilan profesional dan fungsionalitas yang solid dengan biaya yang jauh lebih rendah, bagaikan mendapat durian runtuh.
Siapkan Konten Sendiri
Jika Anda memiliki bakat menulis atau kemampuan mengambil foto/video yang mumpuni, siapkan konten website Anda sendiri. Ini akan sangat mengurangi biaya penulisan konten dan fotografi yang biasanya tidak murah. Pastikan konten Anda berkualitas tinggi dan relevan dengan target audiens Anda.
Konten yang menarik dan informatif adalah aset berharga yang tak ternilai. Jika Anda bisa membuatnya sendiri, Anda tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga dapat memastikan pesan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan visi dan misi Anda, tanpa campur tangan pihak ketiga.
Baca Juga: 20+ Bisnis Online Tanpa Modal Untuk Pemula 2026
Investasi Jangka Panjang: Mengapa Harga Website Berbeda
Memahami bahwa harga website adalah sebuah investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran sekali jalan, sangatlah penting. Website sejatinya adalah aset digital yang membutuhkan perhatian, pemeliharaan, dan pembaruan berkelanjutan agar terus relevan dan berfungsi optimal.
Nilai Jangka Panjang dari Website Profesional
Website yang dibangun secara profesional dengan desain yang apik, performa yang cepat bak kilat, dan optimasi SEO yang kuat akan memberikan ROI (Return on Investment) yang jauh lebih besar dalam jangka panjang. Ini akan secara signifikan meningkatkan kredibilitas bisnis Anda, menarik lebih banyak pelanggan potensial, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Sebaliknya, website yang murah dan dibangun asal-asalan mungkin akan menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti masalah keamanan yang mengancam, performa yang lambat hingga membuat pengunjung jengkel, atau kesulitan dalam pengembangan lebih lanjut. Justru, ini akan memakan biaya lebih besar untuk perbaikan di masa depan, persis seperti pepatah “ada harga ada rupa”.
Skalabilitas dan Fleksibilitas
Website yang dirancang dengan baik akan memiliki arsitektur yang fleksibel dan skalabel. Artinya, website tersebut dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan kebutuhan bisnis Anda tanpa perlu bongkar pasang total. Anda tidak perlu repot membangun website baru setiap kali ada perubahan besar atau penambahan fitur.
Investasi pada website yang skalabel berarti Anda sedang mempersiapkan bisnis Anda untuk menghadapi masa depan. Ini memungkinkan Anda menambahkan fitur baru, mengelola peningkatan lalu lintas pengunjung yang melonjak, dan mengintegrasikan teknologi baru dengan lebih mudah dan efisien, tanpa pusing tujuh keliling.
Keamanan dan Performa
Website profesional biasanya dilengkapi dengan fitur keamanan yang kuat dan dioptimalkan untuk performa terbaik. Ini berfungsi melindungi data Anda dan data pelanggan dari ancaman siber yang kian marak, sekaligus memastikan website Anda selalu cepat diakses, yang krusial untuk pengalaman pengguna yang nyaman dan peringkat SEO yang baik.
Keamanan yang buruk dapat menyebabkan kerugian finansial yang tak sedikit, hilangnya kepercayaan pelanggan yang sulit didapatkan kembali, dan kerusakan reputasi yang tak terpulihkan. Sementara itu, performa yang lambat akan membuat pengunjung frustrasi dan buru-buru meninggalkan website Anda, meningkatkan rasio pentalan (bounce rate) dan merugikan SEO Anda.
Kesimpulan
Pertanyaan “berapa harga website?” memang tidak memiliki satu jawaban tunggal yang saklek. Seperti yang telah kita bedah bersama, biaya pembuatan website sangat tergantung pada berbagai faktor, mulai dari seberapa kompleks desainnya, jenis website yang Anda inginkan, jumlah fitur yang akan disematkan, hingga pengalaman dan reputasi pengembang yang Anda pilih. Memahami faktor-faktor ini adalah kunci emas untuk membuat keputusan yang tepat dan sesuai dengan anggaran serta tujuan bisnis Anda.
Ingatlah baik-baik bahwa website adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi bisnis Anda di era digital ini. Jangan hanya terpaku pada harga terendah yang menggiurkan, tetapi pertimbangkan juga kualitas, skalabilitas, tingkat keamanan, dan dukungan purna jual yang ditawarkan. Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan penyedia jasa yang tepat, Anda bisa mendapatkan website yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif dalam mencapai tujuan bisnis Anda, bagaikan menanam pohon yang kelak berbuah manis.
Prioritaskan fitur-fitur esensial di awal, manfaatkan template jika memang memungkinkan, dan selalu alokasikan anggaran untuk pemeliharaan serta SEO. Dengan demikian, website Anda akan menjelma menjadi aset digital yang kuat dan mampu membawa bisnis Anda melesat maju di tengah sengitnya persaingan pasar.
FAQ
Tidak selalu. Harga website sangat bervariasi, ibarat variasi harga mobil. Website sederhana dengan fitur dasar bisa sangat terjangkau, bahkan bisa Anda buat sendiri dengan platform website builder yang gratis atau berbayar murah. Harga baru menjadi mahal jika Anda membutuhkan desain yang sepenuhnya kustom, banyak fitur kompleks, serta dukungan profesional dari sebuah agensi digital yang berpengalaman.
Waktu pembuatan website sangat bergantung pada tingkat kompleksitasnya. Website sederhana seperti portofolio atau profil pribadi bisa selesai dalam hitungan beberapa hari hingga 2 minggu. Website bisnis menengah mungkin memakan waktu 3-6 minggu. Sementara website e-commerce atau website kustom yang kompleks bisa memakan waktu 2-4 bulan, bahkan lebih, tergantung skala proyeknya.
Tentu saja bisa! Menggunakan website builder seperti Wix, Squarespace, atau WordPress.com memungkinkan Anda membuat website sendiri tanpa perlu menguasai coding, dengan biaya langganan bulanan yang relatif rendah. Namun, perlu diingat bahwa kustomisasi dan kontrol yang Anda miliki akan terbatas dibandingkan dengan website yang dibangun oleh para profesional.
Website statis, yang kontennya tidak berubah sering, umumnya lebih murah karena tidak memerlukan database atau sistem manajemen konten yang kompleks. Sebaliknya, website dinamis, yang kontennya sering diperbarui (seperti blog atau e-commerce), lebih mahal karena memerlukan database, CMS, dan fitur interaktif yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut dan lebih rumit.
Ya, ada beberapa biaya rutin yang perlu Anda perhitungkan. Biaya rutin utama meliputi: