Panduan Lengkap Beli Domain Website untuk Pemula

Sejuta Sehari

Table of Contents

Di tengah hiruk pikuk era digital ini, keberadaan online tak lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan, baik untuk urusan bisnis maupun personal branding. Pondasi utamanya? Tentu saja website. Dan inti dari website itu sendiri adalah nama domain. Bayangkan saja, tanpa domain, alamat website Anda akan sulit menancap di benak audiens dan terkesan kurang profesional.

Mungkin proses membeli domain website terdengar rumit di telinga para pemula, bak labirin yang membingungkan. Padahal, sebenarnya cukup sederhana, asalkan Anda tahu seluk-beluk dan langkah-langkahnya. Panduan ini kami susun khusus untuk membimbing Anda, mulai dari memahami dasar-dasar domain, seluk-beluk penting dalam pembelian, hingga tips jitu agar Anda tak salah langkah.

Membeli domain itu bukan cuma soal pilih-pilih nama. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan: jenis domain, penyedia layanan, sampai tetek-bengek teknis lainnya. Yuk, kita selami lebih jauh panduan lengkap ini, agar Anda bisa mendapatkan domain yang pas di hati dan memulai petualangan online Anda dengan langkah yang mulus!

Mengapa Anda Perlu Membeli Domain Website?

Membangun Identitas Online yang Profesional

Domain adalah alamat unik website Anda di jagat internet, layaknya www.namawebsiteanda.com. Dengan memiliki domain sendiri, Anda sedang merajut identitas yang profesional dan gampang diingat. Ini jelas jauh lebih unggul ketimbang menggunakan alamat gratis yang panjang dan kurang meyakinkan, semisal namaanda.blogspot.com atau namaanda.wordpress.com.

Identitas yang profesional ini krusial untuk menumbuhkan kepercayaan pengunjung dan calon pelanggan. Sebuah domain yang unik juga secara gamblang mencerminkan keseriusan Anda dalam mengelola kehadiran online, baik untuk roda bisnis maupun sekadar portofolio pribadi.

Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan

Sebuah website yang ditopang domain kustom adalah penanda bahwa Anda serius dalam menggarap bisnis atau proyek Anda. Hal ini secara otomatis mendongkrak kredibilitas di mata calon pelanggan atau audiens. Coba bandingkan perbedaan antara alamat email @gmail.com dengan email @namawebsiteanda.com; yang terakhir jelas terlihat lebih terpercaya, bukan?

Lebih dari itu, domain yang relevan dengan nama bisnis atau niche Anda juga sangat membantu dalam branding. Pengunjung akan lebih mudah mengingat dan menemukan Anda kembali di kemudian hari, perlahan tapi pasti membangun loyalitas dan pengenalan merek.

Kontrol Penuh atas Konten dan Data Anda

Ketika Anda memutuskan untuk membeli domain website sekaligus hosting sendiri, Anda memegang kendali penuh atas semua konten dan data yang bertengger di website Anda. Anda tak lagi terikat oleh batasan atau kebijakan platform gratis yang bisa saja sewaktu-waktu berubah, atau bahkan lebih parah, menutup layanan Anda.

Kontrol penuh ini ibarat kunci kebebasan untuk mengembangkan website sesuai keinginan Anda, menginstal plugin atau tema kustom, serta mengoptimalkan website untuk kebutuhan SEO tanpa sekat. Ini adalah investasi jangka panjang yang menjanjikan untuk masa depan digital Anda.

Baca Juga: Cara Buat Website Sendiri: Panduan Lengkap untuk Pemula

Memahami Apa Itu Domain Website

Definisi Sederhana Domain

Domain adalah nama unik yang menjadi penanda sebuah website di internet. Gampangnya, domain itu adalah “alamat rumah” website Anda. Jadi, alih-alih harus menghafal serangkaian angka rumit yang disebut alamat IP (misalnya, 192.168.1.1), domain hadir memberikan nama yang mudah diingat seperti google.com atau facebook.com.

Setiap domain terdaftar dalam sistem Domain Name System (DNS) yang berfungsi layaknya “buku telepon” internet, menerjemahkan nama domain ke alamat IP yang sebenarnya. Proses inilah yang memungkinkan browser Anda menemukan server tempat website di-hosting.

Perbedaan Domain dan Hosting

Meskipun sering disebut dalam satu napas, domain dan hosting adalah dua entitas yang berbeda namun saling melengkapi. Domain adalah alamat website Anda, sementara hosting adalah “lahan” di mana semua file dan data website Anda disimpan.

Bayangkan domain sebagai alamat rumah Anda dan hosting sebagai tanah serta bangunan rumah itu sendiri. Anda butuh keduanya untuk memiliki rumah (website) yang berfungsi. Jadi, saat Anda membeli domain website, Anda baru memiliki alamatnya; Anda masih perlu membeli layanan hosting untuk menempatkan konten website Anda agar bisa diakses.

Struktur Nama Domain

Nama domain memiliki struktur hierarkis yang menarik. Contohnya, dalam www.contoh.co.id:

  • www: Ini adalah subdomain (opsional, sering digunakan untuk World Wide Web).
  • contoh: Ini adalah nama domain utama atau Second-Level Domain (SLD). Bagian inilah yang paling sering Anda pilih dan daftarkan.
  • co: Top-Level Domain (TLD) kedua, biasanya menunjukkan jenis organisasi (misalnya, “co” untuk komersial).
  • id: Ini adalah Top-Level Domain (TLD) negara atau Country Code Top-Level Domain (ccTLD).

TLD adalah bagian terakhir dari nama domain setelah titik, seperti .com, .org, .net, atau .id. Pemilihan TLD juga memegang peran penting dalam branding dan penentuan target audiens Anda.

Baca Juga: Cara Membuat Website Sendiri: Panduan Lengkap untuk Pemula

Jenis-Jenis Domain yang Perlu Anda Ketahui

Generic Top-Level Domain (gTLD)

gTLD adalah jenis domain yang paling lazim dan dikenal luas di seluruh dunia. Contoh paling populer tak lain adalah .com (untuk komersial), .org (untuk organisasi nirlaba), .net (untuk jaringan), dan .info (untuk informasi). Kini, ada juga gTLD-gTLD baru seperti .app, .blog, .store, dan banyak lagi yang menawarkan lebih banyak opsi kreatif.

Memilih gTLD seperti .com seringkali menjadi prioritas utama karena mudah diingat dan menebarkan kesan global. Namun, ketersediaannya kini kian terbatas, sehingga gTLD baru bisa menjadi alternatif yang tak kalah menarik.

Country Code Top-Level Domain (ccTLD)

ccTLD adalah domain yang secara khusus diperuntukkan bagi negara tertentu, seperti .id (Indonesia), .sg (Singapura), .us (Amerika Serikat), dan lain-lain. Domain ini sangat cocok jika target audiens Anda spesifik di suatu negara, ibarat menjaring ikan di kolam sendiri.

Menggunakan ccTLD seperti .id dapat membantu menumbuhkan kepercayaan audiens lokal dan juga bisa memberikan keuntungan SEO lokal yang signifikan. Contohnya, Google seringkali mengutamakan hasil pencarian dengan ccTLD yang sesuai dengan lokasi pengguna.

Subdomain dan Domain Tingkat Ketiga

Subdomain adalah bagian dari domain utama Anda yang berdiri sendiri, contohnya blog.namawebsiteanda.com atau shop.namawebsiteanda.com. Anda bisa menciptakan banyak subdomain di bawah satu domain utama Anda tanpa perlu membeli domain website baru lagi. Praktis, bukan?

Subdomain sering dimanfaatkan untuk memisahkan bagian-bagian tertentu dari website, seperti blog, toko online, atau forum, sambil tetap bernaung di bawah payung domain utama. Ini sangat membantu dalam organisasi konten dan navigasi website Anda.

Baca Juga: Cara Membuat Web: Panduan Lengkap untuk Pemula

Tips Memilih Nama Domain yang Tepat dan SEO-Friendly

Pilih Nama yang Pendek, Mudah Diingat, dan Dieja

Nama domain yang ideal itu adalah yang pendek, mudah diingat, dan gampang dieja. Hindari penggunaan angka, tanda hubung, atau karakter rumit karena bisa memicu salah ketik dan kebingungan. Contohnya, “tokobukuonline.com” jauh lebih baik daripada “toko-buku-online-kita.com”.

Pikirkan nama yang relevan dengan bisnis atau tujuan website Anda. Semakin mudah nama domain Anda diucapkan dan diingat, semakin besar peluang orang akan kembali mengunjungi website Anda.

Gunakan Kata Kunci Relevan (Jika Memungkinkan)

Jika ada kesempatan, sisipkan kata kunci utama yang relevan dengan niche atau bisnis Anda di dalam nama domain. Misalnya, jika Anda berjualan kopi, domain seperti “kopinusantara.com” akan lebih deskriptif dan berpotensi membantu SEO ketimbang nama yang kurang relevan.

Namun, jangan sampai kebablasan dalam memasukkan kata kunci (keyword stuffing) karena ini bisa terlihat spammy dan tidak disukai mesin pencari. Prioritaskan nama yang terdengar alami dan mudah dibaca.

Hindari Pelanggaran Merek Dagang

Sebelum Anda mantap untuk membeli domain website, lakukan riset kecil-kecilan untuk memastikan nama yang Anda pilih tidak sampai melanggar merek dagang yang sudah ada. Menggunakan nama merek dagang yang terdaftar bisa menyeret Anda ke masalah hukum serius di kemudian hari.

Anda bisa memeriksa ketersediaan merek dagang melalui database HAKI atau melakukan pencarian kilat di Google. Pastikan nama domain Anda unik dan tidak meniru merek lain.

Pilih Ekstensi Domain yang Tepat (.com, .id, dll.)

Ekstensi domain juga tak kalah penting. Untuk jangkauan global, .com adalah pilihan yang tak ada duanya. Jika target audiens Anda spesifik di Indonesia, .id atau .co.id akan sangat pas di hati. Pertimbangkan juga ekstensi baru seperti .store untuk toko online atau .blog untuk blog pribadi.

Pilihlah ekstensi yang paling relevan dengan tujuan website dan target audiens Anda. Jika .com sudah tidak tersedia, jangan berkecil hati, pertimbangkan variasi lain atau gTLD baru yang sesuai.

Baca Juga: Panduan Lengkap Memilih Nama Domain Terbaik untuk Bisnis Anda

Langkah-Langkah Membeli Domain Website

1. Menentukan Nama Domain Ideal

Langkah pertama adalah melakukan brainstorming dan menentukan beberapa opsi nama domain yang Anda idamkan. Ikuti tips memilih nama domain yang sudah kami bahas sebelumnya. Pastikan Anda memiliki beberapa alternatif karena nama domain yang Anda inginkan mungkin sudah keburu diambil orang lain.

Tuliskan daftar nama domain potensial, mulai dari yang paling Anda inginkan hingga cadangan. Ini akan mempercepat proses pencarian dan pembelian Anda.

2. Memilih Penyedia Layanan Domain (Registrar)

Setelah Anda mengantongi daftar nama domain, langkah selanjutnya adalah memilih registrar domain. Registrar adalah perusahaan yang memiliki izin resmi untuk menjual dan mengelola pendaftaran domain. Beberapa registrar populer di Indonesia antara lain Niagahoster, Domainesia, Rumahweb, dan lain-lain. Untuk registrar global ada GoDaddy, Namecheap, dan sejenisnya.

Pilihlah registrar yang terpercaya, menawarkan harga bersaing, dukungan pelanggan yang mumpuni, dan fitur-fitur tambahan yang Anda butuhkan seperti perlindungan privasi domain (WHOIS Protection).

3. Memeriksa Ketersediaan Domain

Kunjungi website registrar pilihan Anda dan manfaatkan fitur pencarian domain mereka. Masukkan nama domain yang Anda inginkan dan periksa ketersediaannya. Jika tersedia, Anda bisa langsung melanjutkan ke langkah selanjutnya. Jika tidak, jangan patah arang, coba alternatif lain dari daftar yang sudah Anda siapkan.

Seringkali, registrar akan menyarankan ekstensi domain lain jika .com atau .id yang Anda inginkan tidak tersedia. Pertimbangkan opsi ini jika memang relevan dengan tujuan Anda.

4. Menambahkan Domain ke Keranjang dan Melakukan Pembayaran

Setelah menemukan domain yang tersedia, tambahkan ke keranjang belanja Anda. Anda akan diminta untuk memilih periode pendaftaran (biasanya 1 hingga 10 tahun). Pilih durasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Umumnya, membeli untuk durasi yang lebih panjang bisa jadi lebih hemat di kantong.

Ikuti proses checkout, isi informasi kontak Anda (pastikan data valid karena ini akan terdaftar di WHOIS), dan pilih metode pembayaran. Setelah pembayaran berhasil, domain Anda secara resmi akan terdaftar atas nama Anda.

5. Verifikasi Email dan Konfigurasi Awal

Setelah proses pembayaran rampung, Anda kemungkinan besar akan menerima email verifikasi dari registrar. Penting sekali untuk memverifikasi email Anda, karena jika tidak, domain Anda bisa saja ditangguhkan. Setelah verifikasi, Anda bisa mulai mengelola domain melalui panel kontrol registrar.

Di panel kontrol ini, Anda bisa mengarahkan domain Anda ke layanan hosting (jika Anda sudah memilikinya) dengan mengubah pengaturan DNS. Ini adalah langkah krusial agar website Anda bisa diakses melalui nama domain yang baru Anda beli.

Baca Juga: Panduan Lengkap Domain Hosting untuk Pemula

Penyedia Layanan (Registrar) Domain Terbaik di Indonesia

Niagahoster

Niagahoster adalah salah satu penyedia hosting dan domain terkemuka di tanah air. Mereka menawarkan beragam pilihan domain dengan harga bersaing, serta tak jarang memberikan promo yang menggiurkan. Dukungan pelanggan mereka dikenal responsif dan sigap 24/7.

Tak hanya domain, Niagahoster juga menyediakan layanan hosting yang terintegrasi, memudahkan Anda mengelola domain dan hosting di satu tempat. Ini sangat cocok bagi pemula yang ingin membeli domain website dan hosting secara bersamaan tanpa pusing.

Domainesia

Domainesia juga merupakan pemain kuat di pasar domain dan hosting Indonesia. Mereka dikenal dengan antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly) dan berbagai fitur keamanan domain yang ciamik. Harga domain mereka pun sangat kompetitif, terutama untuk ekstensi .id.

Fitur seperti Instant Deploy yang memungkinkan instalasi CMS populer (WordPress, Joomla) dengan cepat setelah pembelian domain dan hosting menjadi nilai tambah yang tak bisa dipandang sebelah mata bagi pengguna baru.

Rumahweb

Rumahweb adalah salah satu registrar domain tertua dan paling berpengalaman di Indonesia. Mereka menawarkan stabilitas dan keandalan tingkat tinggi, dengan berbagai pilihan domain dan layanan hosting yang lengkap. Layanan pelanggan mereka juga patut diacungi jempol.

Rumahweb sering menjadi pilihan utama bagi bisnis atau individu yang mencari penyedia dengan reputasi yang solid dan pengalaman panjang di industri ini, bagaikan pohon tua yang kokoh.

Baca Juga: Apa Itu Hosting? Panduan Lengkap untuk Pemula

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Domain

Perlindungan Privasi WHOIS (WHOIS Protection)

Saat Anda membeli domain website, informasi pribadi Anda (nama, alamat, email, nomor telepon) secara default akan terdaftar dan bisa diakses publik melalui database WHOIS. Untuk membentengi privasi Anda dari spam atau pihak yang tidak bertanggung jawab, Anda bisa membeli layanan WHOIS Protection.

Layanan ini akan mengganti informasi pribadi Anda dengan informasi dari registrar, sehingga data Anda tetap aman sentosa. Banyak registrar menawarkannya sebagai add-on, bahkan kadang gratis di tahun pertama.

Perpanjangan Otomatis (Auto-Renewal)

Sangat mudah untuk lupa tanggal perpanjangan domain, yang bisa berakibat fatal jika domain Anda kedaluwarsa dan keburu diambil oleh pihak lain. Aktifkan fitur perpanjangan otomatis (auto-renewal) yang disediakan oleh registrar Anda, agar tidur Anda nyenyak.

Fitur ini akan secara otomatis memperpanjang masa berlaku domain Anda sebelum kedaluwarsa, memastikan website Anda tetap online tanpa gangguan. Pastikan metode pembayaran Anda selalu terbarui, ya!

Transfer Domain di Masa Depan

Meskipun Anda sudah memilih registrar, ada kemungkinan di masa depan Anda ingin memindahkan domain Anda ke registrar lain, entah karena penawaran yang lebih menggiurkan atau integrasi dengan layanan lain. Pastikan registrar Anda memiliki kebijakan transfer domain yang gamblang dan tidak mempersulit.

Penting juga untuk memastikan bahwa domain Anda tidak terkunci oleh registrar (domain lock) jika Anda berencana untuk transfer. Anda harus bisa mengelola status kunci ini melalui panel kontrol domain Anda dengan mudah.

Baca Juga: Apa Itu Domain? Panduan Lengkap untuk Pemula

Biaya Beli Domain Website: Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Harga Pendaftaran Domain Awal

Harga untuk membeli domain website bervariasi, tergantung pada ekstensi domain (TLD) yang Anda pilih dan registrar. Domain .com biasanya berkisar antara Rp 120.000 hingga Rp 180.000 per tahun. Untuk ekstensi .id, harganya bisa sedikit lebih tinggi, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per tahun, tergantung jenisnya (.id, .co.id, .web.id).

Banyak registrar tak pelak menawarkan promo atau diskon khusus untuk pendaftaran domain tahun pertama, jadi jangan lewatkan kesempatan emas ini!

Biaya Perpanjangan Domain

Penting untuk dicatat bahwa harga perpanjangan domain seringkali lebih mahal daripada harga pendaftaran awal. Pastikan Anda memeriksa biaya perpanjangan sebelum memutuskan untuk membeli, agar tidak kaget di kemudian hari dan berujung gigit jari.

Biaya perpanjangan juga bervariasi, namun umumnya kembali ke harga normal tanpa diskon. Rencanakan anggaran tahunan Anda untuk perpanjangan domain agar website Anda tetap aktif dan hidup.

Biaya Tambahan (Add-ons)

Selain biaya pendaftaran dan perpanjangan, mungkin ada biaya tambahan untuk fitur-fitur seperti:

  • WHOIS Protection: Untuk melindungi privasi data Anda.
  • SSL Certificate: Demi keamanan website (meskipun banyak hosting sekarang menawarkan SSL gratis).
  • Email Hosting: Jika Anda menghendaki email profesional dengan domain Anda (misalnya, info@namawebsiteanda.com).

Pertimbangkan add-ons mana yang benar-benar Anda butuhkan. Beberapa registrar mungkin menyertakan beberapa fitur ini secara gratis atau dalam paket bundling dengan hosting, jadi cermatlah dalam memilih.

Baca Juga: Jasa Web Design Profesional: Tingkatkan Bisnis Online Anda

Setelah Beli Domain, Apa Langkah Selanjutnya?

Menghubungkan Domain ke Hosting

Setelah Anda berhasil membeli domain website, langkah selanjutnya adalah menjodohkannya dengan layanan hosting Anda. Proses ini umumnya melibatkan perubahan pengaturan DNS (Domain Name System) di panel kontrol registrar domain Anda.

Anda perlu mengarahkan Nameserver domain Anda ke Nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting Anda. Proses propagasi DNS ini bisa memakan waktu beberapa jam hingga 48 jam hingga domain Anda benar-benar mengarah ke hosting dan siap digunakan.

Menginstal CMS (Content Management System)

Setelah domain terhubung dengan hosting, Anda bisa mulai membangun website Anda. Cara termudah adalah dengan menginstal Content Management System (CMS) seperti WordPress. Sebagian besar penyedia hosting menawarkan fitur “one-click install” untuk WordPress, yang sangat memudahkan para pemula.

WordPress adalah pilihan sejuta umat karena fleksibilitasnya, melimpahnya tema dan plugin, serta komunitas yang besar. Dengan WordPress, Anda bisa menciptakan blog, website perusahaan, toko online, dan banyak lagi.

Mulai Membuat Konten Website

Setelah CMS terinstal, kini saatnya beraksi mengisi website Anda dengan konten. Buatlah halaman-halaman penting seperti “Tentang Kami”, “Kontak”, dan mulailah publikasikan artikel blog atau produk Anda. Pastikan konten Anda berkualitas, relevan, dan dioptimalkan untuk SEO agar mudah ditemukan.

Ingatlah bahwa website yang sukses itu ibarat taman yang perlu terus dirawat; ia membutuhkan konten yang terus diperbarui dan relevan untuk menarik dan mempertahankan pengunjung setia.

Baca Juga: Jasa Bikin Website Profesional: Solusi Bisnis Online Anda

Mengelola Domain Anda Agar Tetap Aktif

Pantau Tanggal Kedaluwarsa Domain

Salah satu kesalahan paling fatal yang bisa dilakukan adalah membiarkan domain Anda kedaluwarsa. Ini bisa berarti kehilangan domain Anda selamanya dan semua kerja keras yang telah Anda curahkan ke website Anda akan sia-sia. Oleh karena itu, selalu pantau tanggal kedaluwarsa domain Anda dengan seksama.

Manfaatkan fitur pengingat dari registrar atau kalender pribadi Anda. Jika Anda tidak mengaktifkan perpanjangan otomatis, pastikan untuk memperpanjang secara manual jauh sebelum tanggal kedaluwarsa tiba.

Perbarui Informasi Kontak Domain (WHOIS)

Pastikan informasi kontak yang terdaftar di WHOIS selalu akurat dan mutakhir. Informasi ini digunakan oleh registrar untuk menghubungi Anda terkait perpanjangan, masalah keamanan, atau pemberitahuan penting lainnya. Ini ibarat kartu identitas domain Anda.

Jika informasi kontak Anda berubah, segera perbarui melalui panel kontrol registrar domain Anda. Ini juga vital untuk menjaga kepemilikan domain Anda tetap sah di mata hukum.

Periksa Pengaturan DNS Secara Berkala

Meskipun setelah diatur domain Anda seharusnya berfungsi dengan baik, tidak ada salahnya untuk memeriksa pengaturan DNS secara berkala, terutama jika Anda mengalami masalah akses ke website atau email. Terkadang, perubahan pada sisi hosting bisa memerlukan penyesuaian pada pengaturan DNS domain Anda.

Jika Anda melakukan perubahan besar pada hosting atau layanan email, pastikan pengaturan DNS domain Anda diperbarui sesuai petunjuk dari penyedia layanan baru Anda. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Kesimpulan

Membeli domain website adalah langkah fundamental dan investasi penting bagi setiap individu atau bisnis yang berhasrat membangun kehadiran online yang kuat. Dengan pemahaman yang tepat tentang apa itu domain, jenis-jenisnya, serta langkah-langkah sistematis untuk membelinya, Anda bisa menghindari kesalahan umum dan mendapatkan domain yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, bagaikan menemukan harta karun.

Penting untuk memilih nama domain yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga mudah diingat, relevan, dan SEO-friendly. Selain itu, memilih registrar yang terpercaya dan memahami biaya serta fitur tambahan seperti WHOIS Protection dan perpanjangan otomatis akan sangat membantu dalam mengelola domain Anda dengan efektif dalam jangka panjang. Ingatlah bahwa domain adalah aset digital Anda, jadi kelola dengan sepenuh hati.

Setelah Anda berhasil membeli domain website, perjalanan Anda belum usai. Langkah selanjutnya adalah menghubungkan domain dengan hosting, menginstal CMS, dan mulai membangun konten berkualitas. Dengan perencanaan dan eksekusi yang tepat, domain baru Anda akan menjadi pintu gerbang menuju kesuksesan online yang Anda impikan.

FAQ

Tidak selalu. Banyak penyedia layanan seperti Niagahoster atau Domainesia menawarkan paket bundling di mana Anda bisa membeli domain dan hosting secara bersamaan. Ini seringkali menjadi pilihan yang lebih mudah dan bisa lebih hemat di kantong, terutama bagi para pemula.

Setelah Anda berhasil membeli dan memverifikasi domain, biasanya domain akan aktif dalam hitungan menit saja. Namun, proses propagasi DNS (yaitu, waktu yang dibutuhkan agar perubahan DNS menyebar ke seluruh internet dan domain Anda mengarah ke hosting) bisa memakan waktu hingga 24-48 jam. Selama periode ini, website Anda mungkin belum bisa diakses secara konsisten oleh semua orang.

Sayangnya, tidak. Nama domain yang sudah Anda beli tidak bisa diganti begitu saja. Jika Anda menginginkan nama domain yang berbeda, mau tidak mau Anda harus membeli domain website yang baru. Oleh karena itu, sangat penting untuk berpikir matang dan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan nama domain Anda.

WHOIS Protection adalah layanan tambahan yang bertugas menyembunyikan informasi pribadi Anda (nama, alamat, email, nomor telepon) dari database WHOIS publik. Jika Anda tidak ingin informasi pribadi Anda mudah diakses publik oleh spammer atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab, maka Anda sangat membutuhkannya. Banyak registrar menawarkannya dengan biaya tambahan atau bahkan gratis di tahun pertama.

Jika domain Anda kedaluwarsa, biasanya ada masa tenggang (grace period) sekitar 30-45 hari di mana Anda masih bisa memperpanjangnya dengan biaya normal. Setelah itu, domain akan masuk ke periode penebusan (redemption period) yang bisa memakan biaya jauh lebih mahal untuk memperpanjangnya. Jika tetap tidak diperpanjang juga, domain akan dilepaskan ke publik dan bisa dibeli oleh siapa saja, ibarat barang obralan.

Artikel Terbaru

Artikel yang mungkin Anda suka

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Layanan Kami
Informasi Umum
Newsletter

Masukkan email Anda untuk mendapatkan notifikasi terbaru dari kami.

Copyright © 2026 Sejuta Sehari. All Rights Reserved